Jumat, 02 Mei 2014

Kerajinan Eceng Gondok




Peng.Kreativitas & Keberbakatan



Disusun oleh :
Nama : Ria Indah Ristianti
NPM :17513549
Kelas : 1PA10






KATA PENGANTAR

            Segala puji dan syukur kami panjatkan kepada Allah SWT, karena berkat limpahan Rahmat dan Karunia-Nya sehingga saya dapat menyusun makalah ini dengan baik dan tepat pada waktunya. Dalam makalah ini saya membahas salah satu kerajinan atau kreativitas yang berasal dari eceng gondok.
            Makalah ini dibuat agar pembaca dapat mengetahui manfaat dari eceng gondong yang memiliki nilai ekonomi dan dapat memiliki nilai estetika. Selanjutnya akan dibahas dalam isi makalah.
            Saya ucapkan terimakasih kepada pihak yang telah membantu agar terselesaikannya makalah ini. Dalam penyusunan makalah, saya akui masih jauh dari sempurna. Untuk itu saya harapkan kritik serta saran yang membangun dari para pembaca. Dan semoga makalah ini dapat berguna bagi pembaca.


DAFTAR ISI

Judul ..........................................................................................................................                       
Kata Pengantar ........................................................................................................             
Daftar Isi ................................................................................................................   
BAB I Pendahuluan
1.1  Latar Belakang .................................................................................................               
1.2  Rumusan Masalah .............................................................................................              
1.3  Tujuan ...............................................................................................................  
BAB II Pembahasan                                  
BAB III Penutup
3.1 Kesimpulan ........................................................................................................ 
3.2 Daftar Pustaka ...................................................................................................
  

BAB I
PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang

Eceng gondok atau enceng gondok (Latin:Eichhornia crassipes) adalah salah satu jenis tumbuhan air mengapung. Selain dikenal dengan nama eceng gondok, di beberapa daerah di Indonesia, eceng gondok mempunyai nama lain seperti di daerah Palembang dikenal dengan nama Kelipuk, di Lampung dikenal dengan nama Ringgak, di Dayak dikenal dengan nama Ilung-ilung, di Manado dikenal dengan nama Tumpe. Eceng gondok memiliki kecepatan tumbuh yang tinggi sehingga tumbuhan ini dianggap sebagai gulma yang dapat merusak lingkungan perairan. Eceng gondok dengan mudah menyebar melalui saluran air ke badan air lainnya.
Eceng gondok tumbuh di kolam-kolam dangkal, tanah basah dan rawa, aliran air yang lambat, danau, tempat penampungan air dan sungai. Tumbuhan ini dapat beradaptasi dengan perubahan yang ekstrem dari ketinggian air, arus air, dan perubahan ketersediaan nutrien, pH, temperatur dan racun-racun dalam air. Pertumbuhan eceng gondok yang cepat terutama disebabkan oleh air yang mengandung nutrien yang tinggi, terutama yang kaya akan nitrogen, fosfat dan potasium (Laporan FAO). Kandungan garam dapat menghambat pertumbuhan eceng gondok seperti yang terjadi pada danau-danau di daerah pantai Afrika Barat, di mana eceng gondok akan bertambah sepanjang musim hujan dan berkurang saat kandungan garam naik pada musim kemarau.
Eceng gondok merupakan salah satu bahan yang bisa dijadikan handycraft, penggunaan dari bahan eceng gondok ini dibutuhkan proses yang cukup lama.  Hasil kerajinan tangan ini mulai dari pot bunga, tempat sampah, box tissue, tas, topi, perlengakapan dapur hingga furniture. Pembentukan/penganyaman jadi karya seni (Tas, hiasan dinding, dompet, kursi dan lain-lain). Untuk lebih meningkatkan daya tarik pembeli, hasil anyaman tersebut ditambahakan cat pernis. Sehingga tampilannya lebih mengkilap dan menarik.


1.2  Rumusan Masalah

1.      Apa dampak positif/manfaat dan negative eceng gondok terhadap lingkungan ?
2.      Jenis-jenis eceng gondok ?
3.      Cara pengolahan eceng gondok sebagai kerajinan ?

1.3  Tujuan

Makalah yang membahas tentang kerajinan yang berasal dari eceng gondok ini dibuat agar pembaca dapat mengetahui manfaat-manfaat dari eceng gondok dan dapat menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan serta menumbuhkan kreastivitas pembaca dalam berkreasi menggunakan bahan baku eceng gondok yang menghasilkan kreativitas yang bernilai ekonomi.


BAB II
PEMBAHASAN


Di tangan orang-orang kreatif, membludaknya populasi eceng gondok bukanlah sebuah musibah melainkan sebuah anugrah. Di tangan orang-orang kreatif inilah, eceng gondok dapat disulap menjadi benda-benda yang sangat menarik dan berdayaguna, seperti sandal jepit, tas cantik, kursi, dan lain-lain.Selain memiliki dampak positif namun populasi eceng gondok yang banyak dapat berdampak negative pada lingkungan.

Dampak Negatif

Akibat-akibat negatif yang ditimbulkan eceng gondok antara lain:
  • Meningkatnya evapotranspirasi (penguapan dan hilangnya air melalui daun-daun tanaman), karena daun-daunnya yang lebar dan serta pertumbuhannya yang cepat.
  • Menurunnya jumlah cahaya yang masuk kedalam perairan sehingga menyebabkan menurunnya tingkat kelarutan oksigen dalam air (DO: Dissolved Oxygens).
  • Tumbuhan eceng gondok yang sudah mati akan turun ke dasar perairan sehingga mempercepat terjadinya proses pendangkalan.
  • Mengganggu lalu lintas (transportasi) air, khususnya bagi masyarakat yang kehidupannya masih tergantung dari sungai seperti di pedalaman Kalimantan dan beberapa daerah lainnya.
  • Meningkatnya habitat bagi vektor penyakit pada manusia.
  • Menurunkan nilai estetika lingkungan perairan.
Dampak Positif

Memanfaatkan eceng gondok tersebut, misalnya sebagai bahan pembuatan kertas, kompos, biogas, perabotan, kerajinan tangan, sebagai media pertumbuhan bagi jamur merang, dsb. Pembersih Polutan Logam Berat eceng gondok dilaporkan juga mampu menyerap residu pestisida.
Secara alamiah sebenarnya enceng gondok dapat berfungsi untuk mengurangi kandungan logam berat - Fe,Zn,Cu,Hg - yang ada di perairan. Dengan demikian tanaman ini sebenarnya dapat berfungsi untuk membersihkan air dari limbah atau racun yang ditimbulkan oleh kegiatan-kegiatan di sektor pertanian dan manufaktur misalnya, pestisida dan limbah pabrik. Enceng gondok dikenal sebagai tanaman yang mempunyai kadar selulose besar. Oleh karena itu dengan sedikit inovasi sebenarnya tanaman tersebut dapat diproses menjadi bahan bakar alternatif dan kompos.
Di sisi lain eceng gondok dapat juga di manfaatkan secara komersial. Enceng gondok dapat dibuat barang-barang seperti; tas, sepatu, sandal, keranjang, tempat tissue, bahkan juga mebel seperti kursi, meja dan sofa besar. Namun sampai saat ini memang belum banyak pengrajin atau pengusaha yang memanfaatkan enceng gondok tersebut untuk tujuan-tujuan komersial.

Jenis-jenis Eceng gondok

Di alam terdapat dua jenis tanaman eceng gondok yang dikenal  yaitu :
  1. Genjer, umumnya ditemukan di daerah persawahan. Masyarakat biasa mengambil daun muda dan bunga kuncupnya sebagai sayur.
  2. Enceng Gondok, tumbuh mengapung di perairan di sekitar persawahan atau jalur aliran sungai. Tanaman jenis ini ini tidak bisa dikonsumsi.

Cara Membuat Kerajinan tangan dari tanaman enceng gondok:

Pengumpulan Enceng Gondok

Eceng gondok hidup di sepanjang sungai. Pengumpulan eceng gondok ini menjadi tantangan bagi pengrajin dalam rangka pembuatan tas dan aksesori lainnya. Biasanya pengrajin bisa meminta tolong kepada masyarakat di tepi sungai untuk mengumpulkan eceng gondok dan diberikan imbalan yang sesuai. Pengumpulan eceng gondok ini sebenarnya menjadi pekerjaan mulia karena bisa membersihkan sungai sekaligus mencegah banjir yang mungkin datang karena akibat yang kontra produktif tanaman eceng gondok ini.  

Pencucian Enceng Gondok

Setelah eceng gondok terkumpul dalam jumlah yang besar, maka langkah selanjutnya adalah mencucinya agar bersih dan menghilangkan bau tak sedap. Cara mencuci eceng gondok ini cukup disemprot dengan air bersih dan dirontokkan kotorannya dengan cara dibanting-banting. Pencucian bisa dilakukan di lokasi pengumpulan enceng gondok agar tidak mengotori angkutan yang akan membawanya ke tempat produksi tas.
Pemisahan Enceng Gondok Dari Tangkai

Setelah sampai di lokasi pengrajin, eceng gondok mulai dipilah-pilah. Pemilahan antara daun dan batang ini diperlukan untuk mengklasifikasikan bahan yang akan digunakan sebagai pembuat tas atau kerajinan lainnya. Pemisahan bisa dilakukan dengan cara memotong menggunakan gunting kain yang kuat atau dengan pisau. Karena keuletan dan kerasnya enceng gondok sulit untuk dipatahkan dengan tangan biasa.
Pengeringan Enceng Gondok

Setelah dipilah-pilah, maka enceng gondok mulai dikeringkan. Apabila sedang musim kemarau maka pengeringan ini bisa berjalan dengan lancar dan waktunya cukup singkat. Hal ini Berbeda ketika musim hujan yang pengeringannya berjalan sangat lama dan tidak mudah.Pada beberapa industri kecil pembuatan kerajinan dari eceng gondok juga dilakukan pengeringan dengan cara diasap atau diletakkan dalam ruangan pengering. Tetapi cara ini tetap kurang efektif dan kurang disukai karena kualitas eceng gondok akan menurun dibanding dengan proses pengeringan alami.

Penganyaman Eceng Gondok

Eceng gondok yang berupa daun biasanya dikeringkan begitu saja sampai benar-benar hilang kadar airnya. Sedangkan eceng gondok yang berupa batang biasanya dianyam terlebih dahulu setelah kering, sebelum digunakan sebagai bahan baku pembuatan tas, sepatu, dan aksesori lainnya. Penganyaman ini bisa berbentuk lilitan kecil ataupun anyaman sedang.
Membuat Pola

Sebelum memotong dan membentuk anyaman yang telah dibuat, maka terlebih dahulu pengrajin perlu membuat pola produk yang akan dihasilkan, bisa membuat pola tas ataupun sepatu dan aksesori lainnya. Pembuatan pola ini diaplikasikan pada kertas koran atau cukup digambar apabila pola nanti berfungsi untuk membentuk anyaman enceng gondok.
Finishing

Dari pola yang telah dibuat maka lembaran anyaman enceng gondok bisa digunting sesuai pola tersebut. Untuk pola yang berbentuk aksesori lilit bisa langsung dilihat dan diaplikasikan dalam anyaman yang tengah dilakukan. Setelah produk sudah terbentuk, maka selanjutnya kita bisa mewarnai atau melakukan finishing. Beberapa cara melakukan finishing pada kerajinan tangan dari tanaman enceng gondok yaitu dengan mewarnai produk dengan cat minyak atau pernis. Tas atau sepatu dari enceng gondok bisa dibiarkan sesuai serat yang dihasilkannya atau bisa juga dilukis dengan berbagai macam corak.

Beberapa hasil kerajinan dari eceng gondok :
  
          

BAB III
PENUTUP

Kesimpulan

Jelas sudah, enceng gondok memiliki banyak manfaat, baik manfaat ekologi dan manfaat ekonomi. Dari sisi ekologi, eceng gondok mampu meningkatkan kualitas air yang tercemar. Berkat eceng gondok, logam berat dan polutan lainnya bisa diserap dari ekosistem perairan. Dari sisi ekonomi, eceng gondok mampu memberikan pendapatan tambahan bagi masyarakat. Di tangan orang-orang kreatif, tumbuhan ini bisa berubah menjadi barang-barang yang bermanfaat (seperti sandal, tas, bahkan sofa) sehingga bernilai ekonomi tinggi. Akhirulkata, eceng gondok bukanlah musibah, melainkan anugrah.

Daftar Pustaka 

http://kelayunik.blogspot.com/2012/01/tumbuhan-sekitar-kita.html

Kamis, 03 April 2014

Ilmu Alamiah Dasar



Mat. dan Ilmu Alamih Dasar 
 (Minggu ke1&2)

A.   Pengertian Ilmu Alamiah Dasar
lmu alamiah dasar atau sering disebut ilmu pengetahuan alam (natural science) merupakan ilmu pengetahuan yang menjelaskan tentang gejala-gejala dalam alam semesta, termasuk di muka bumi ini, sehingga terbentuk konsep dan prinsip. IAD hanya mengkaji konsep-konsep dan prinsip-prinsip dasar yang esensial saja dan ilmu yang hanya berbicara tentang bagaimna metode-metode ilmu kealaman dalam menjelaskan gejala-gejala alam lebih secara filosofi.

B.   Perkembanga Alam Pikiran Manusia
      Bagaimana alam pikiran manusia berkembang?
Manusia diciptakan oleh Tuhan dengan sesuatu yang disebut dengan akal. Akal manusia ini berada di alam pikiran manusia. Alam pikiran manusia dibagi menjadi dua macam, ada yang secara sadar dan ada yang tidak sadar. Alam pikiran sadar adalah dimana kita melakukan sesuatu dengan cara disadari seperti menari, bernyanyi, berbicara dan lain-lain. Sedangkan alam pikiran tidak sadar adalah sesuatu hal yang tanpa kita sadari atau diluar kehendak kita. Contoh tindakan yang dikendalikan oleh alam pikiran ketidaksadaran kita adalah apabila kita dicubit oleh orang lain maka kita akan reflek berteriak. Refleks itulah yang dikendalikan oleh otak tanpa kita sadari. Manusia memiliki insting seperti hewan dan tumbuhan, namun memiliki kelebihan yang disebut dengan kemampuan berfikir yang menyebabkan rasa keingintahuannya terus menerus berkembang.
Alam pikiran manusia dapat berkembang dengan seiring berjalannya waktu. Banyak faktor yang menyebabkan pikiran manusia itu berkembang. Faktor yang paling menonjol adalah rasa keingintahuan seseorang. Mengapa faktor utamanya adalah rasa keingintahuan? Karena apabila manusia ingin mengetahui sesuatu, mereka akan berusaha mencari hal-hal yang berkaitan dengan apa yang ingin mereka ketahui. Dari rasa ingin tahu ini, dapat menimbulkan pertanyaan-pertanyaan dari dirinya. Maka ini akan membuat seseorang berfikir untuk lebih keras lagi. Untuk mendapatkan hal-hal yang berkaitan dengan sesuatu tersebut, ia akan mencari cara untuk mendapatkan informasinya dengan berbagai cara. Bisa dari media-media cetak dan elektronik, dari pengalaman orang di sekitar, atau dari hasil pemikiran sendiri. Setelah didapatkan semua unsur yang berkaitan tersebut, maka dia akan menarik kesimpulan akan apa yang dia dapat. Sehingga dia mendapatkan suatu pengetahuan yang baru. Pengetahuan yang baru didapatkan ini karena alam pikiran yang sudah berkembang dengan sendirinya.
Dengan adanya perkembangan pengetahuan ini lebih dipermudah dengan adanya kemampuan untuk melakukan tukar menukar informasi tentang pengetahuan dan pengalaman yang dimiliki oleh masing-masing individu. Perkembangan pengetahuan pada manusia ini didukung juga dengan rasa ketidakpuasan manusia akan suatu hal dan sifat manusia yang ingin selalu menjadi lebih baik lagi. Sehingga mereka berusaha untuk memperoleh pengetahuan lebih banyak lagi. Dengan adanya  perkembangan pengetahuan tersebut rasa keindahan manusia juga ikut berkembang. Oleh karena itu pada kehidupannya, pengetahuan tidak hanya sebatas untuk memenuhi kebutuhan kehidupan tetapi juga menyangkut dengan hal-hal yang berkaitan dengan keindahan.
C.   Mitos Penalaran dan Cara Memperoleh Pengetahuan

v  Mitos

Mitos (bahasa Yunani: μῦθοςmythos) atau mite (bahasa Belanda: mythe) adalah cerita prosa rakyat yang menceritakan kisah berlatar masa lampau, mengandung penafsiran tentang alam semesta dan keberadaan makhluk di dalamnya, serta dianggap benar-benar terjadi oleh yang empunya cerita atau penganutnya. Dalam pengertian yang lebih luas, mitos dapat mengacu kepada cerita tradisional. Pada umumnya mitos menceritakan terjadinya alam semesta, dunia dan para makhluk penghuninya, bentuk topografi, kisah para makhluk supranatural, dan sebagainya. Mereka disebarkan untuk menyampaikan pengalaman religius atau ideal, untuk membentuk model sifat-sifat tertentu, dan sebagai bahan ajaran dalam suatu komunitas.

Secara sederhana, definisi mitos adalah suatu informasi yang sebenarnya salah tetapi dianggap benar karena telah beredar dari generasi ke generasi. Begitu luasnya suatu mitos beredar di masyarakat sehingga masyarat tidak menyadari bahwa informasi yang diterimanya itu tidak benar. Karena begitu kuatnya keyakinan masyarakat terhadap suatu mitos tentang sesuatu hal, sehingga mempengaruhi perilaku masyarakat.

Beberapa contoh mitos,sebagai berikut :

1.      Pamali duduk di depan pintu.Maksudnya agar kita tidak mengganggu orang akan melewati pintu tersebut.
2.      Tertipa cicak berarti sial.Siapa yang tidak merasa sial jika sedang enak duduk tiba-tiba tertimpa cicak.
3.      Bersiul di malam hari berarti mengundang setan.Maksudnya supaya kita tidak menggagu orang yang sedang tidur ataupun istirahat.

v  Legenda
Legenda adalah cerita prosa rakyat yang dianggap oleh yag empunya cerita sebagai suatu yang benar-benar terjadi. Oleh karena itu, Legenda seringkali dipandang sebagai sejarah kolektif (folkstory).
Walaupun demikian, karena tidak tertulis maka kisah tersebut telah mengalami distorsi sehingga seringkali jauh berbeda dengan kisah aslinya. Oleh karena itu, jika legenda hendak dipergunakan sebagai bahan untuk merekonstruksi sejarah maka legenda harus bersih dari unsur-unsur yang mengandung sifat-sifat folklor.
v  Cerita Rakyat
Cerita rakyat adalah sebagian kekayaan budaya dan sejarah yang dimiliki Bangsa Indonesia. Pada umumnya,cerita rakyat mengisahkan tentang suatu kejadian di suatu tempat atau asal muasal suatu tempat. Tokoh-tokoh yang dimunculkan dalam cerita rakyat umumnya diwujudkan dalam bentuk binatang, manusia maupun dewa. Fungsi Cerita rakyat selain sebagai hiburan juga bisa dijadikan suri tauladan terutama yang mengandung pesan-pesan pendidikan moral. Banyak yang tidak menyadari kalo negeri kita tercinta ini mempunyai banyak Cerita Rakyat Indonesia yang belum kita dengar, bisa dimaklumi karena cerita rakyat menyebar dari mulut – ke mulut yang diwariskan secara turun – temurun. Namun sekarang banyak cerita rakyat yang ditulis dan dipublikasikan sehingga cerita rakyat indonesia bisa dijaga dan tidak sampai hilang dan punah.
Contoh : Lutung Kasarung,Malin Kundang,dll.
v  Cara Memperoleh Pengetahuan
Menurut Notoatmodjo (2005) cara memperoleh pengetahuan dapat dikelompokkan menjadi dua :
1. Cara tradisional untuk memperoleh pengetahuan
Cara kuno atau tradisional ini dipakai orang untuk memperolah kebenaran pengetahuan, sebelum diketemukannya metode ilmiah, atau metode penemuan sistematik dan logis. Cara-cara penemuan pengetahuan pada periode ini meliputi :

a. Cara coba salah (trial and error)
Cara ini telah dipakai orang sebelum adanya kebudayaan, bahkan mungkin sebelum adanya peradaban. Pada waktu itu seseorang apabila menghadapi persoalan atau masalah, upaya pemecahannya dilakukan dengan coba-coba saja. Cara coba-coba ini dilakukan dengan menggunakan kemungkinan dalam memecahkan masalah, dan apabila kemungkinan tersebut tidak berhasil, dicoba kemungkinan yang lain. Apabila kemungkinan ketiga gagal dicoba kemungkinan keempat dan seterusnya, sampai masalah tersebut dapat terpecahkan. Itulah sebabnya maka cara ini disebut metode trial (coba) and error (gagal atau salah) atau metode coba-salah/coba-coba.

b. Cara kekuasaan atau otoritas
Dalam kehidupan manusia sehari-hari, banyak sekali kebiasaan-kebiasaan dan tradisi-tradisi yang dilakukan oleh orang, tanpa melalui penalaran apakah yang dilakukan tersebut baik atau tidak. Kebiasaan-kebiasaan seperti ini biasanya diwariskan turun temurun dari generasi ke generasi berikutnya. Misalnya, mengapa harus ada upacara selapanan dan turun tanah pada bayi, mengapa ibu yang sedang menyusui harus minum jamu, mengapa anak tidak boleh makan telur dan sebagainya.
Kebiasaan seperti ini tidak hanya terjadi pada masyarakat tradisional saja, melainkan juga terjadi pada masyarakat modern. Kebiasaan-kebiasaan seperti ini seolah-olah diterima dari sumbernya sebagai kebenaran yang mutlak. Sumber pengetahuan tersebut dapat berupa pemimpin-pemimpin masyarakat baik formal maupun informal, ahli agama, pemegang pemerintahan dan sebagainya. Dengan kata lain, pengetahuan tersebut diperoleh berdasarkan otoritas atau kekuasaan, baik tradisi, otoritas pemerintah, otoritas pemimpin agama, maupun ahli ilmu pengetahuan.

c. Berdasarkan pengalaman pribadi
Pengalaman adalah guru yang baik, yang bermakna bahwa pengalaman itu merupakan sumber pengetahuan untuk memperoleh kebenaran pengetahuan. Oleh sebab itu pengalaman pribadi pun dapat digunakan sebagai upaya memperoleh pengetahuan. Hal ini dilakukan dengan cara mengulang kembali pengalaman yang diperoleh dalam memecahkan permasalahan yang dihadapi pada masa yang lalu.

d. Melalui jalan pikiran
Dalam memperoleh kebenaran pengetahuan manusia telah menggunakan jalan pikirannya melalui induksi atau deduksi. Induksi yaitu : proses penarikan kesimpulan yang dimulai dari pernyataan-pernyataan khusus ke pernyataan yang bersifat umum. Deduksi yaitu : pembuatan kesimpulan dari pernyataan umum kepada khusus.

2.Cara modern
Cara baru atau cara modern dalam memperoleh pengetahuan lebih sistematis, logis dan alamiah. Cara ini disebut “metode penelitian ilmiah” atau lebih populer disebut metodologi penelitian yaitu dengan mengembangkan metode berfikir induktif. Mula-mula mengadakan pengamatan langsung terhadap gejala-gejala alam atau kemasyarakatan kemudian hasilnya dikumpulkan dan diklasifikasikan, akhirnya diambil kesimpulan umum.
D.   Metode Ilmiah
Metode ilmiah adalah suatu kerangka landasan bagi terciptanya pengetahuan ilmiah. Dalam sains dilakukan dengan menggunakan metode pengamatan, eksperimen, generalisasi, dan verifikasi. Sedangkan dalam ilmu-ilmu sosial dan budaya, yang terbanyak dilakukan dengan menggunakan metode wawancara dan pengamatan; eksperimen, generalisasi, dan verifikasi juga dilakukan dalam kegiatan-kegiatan penelitian oleh para ahli dalam bidang-bidang ilmu-ilmu sosial dan pengetahuan budaya untuk memperoleh hasil-hasil penelitian tertentu sesuai dengan tujuan penelitiannya.
E.   Metode Non-ilmiah
Pendekatan metode non-ilmiah adalah Perumusan masalah yang kabur atau abstrak. Masalah tidak selalu diukur secara empiris dan dapat bersifat supranatural/dogmatis. Jawaban tidak diperoleh dari hasil pengamatan data di lapangan. Keputusan tidak didasarkan pada hasil pengumpulan data dan analisis data secara logis.Kesimpulan tidak dibuat untuk diuji ulang oleh orang lain.
F. Langkah langkah operasional metode ilmiah

1. Perumusan masalah : yang dimaksud dengan masalah disini adalah merupakan pertanyaan apa,mengapa,ataupun bagaimana tentang objek yang diteliti;

2. Penyusunan hipotesis: hipotesis adalah suatu pernyataan yang menunjukkan kemungkinan-kemungkinan jawaban untuk memecahkan masalah yang di tetapkan. Dengan kata lain hipotesis merupakan dugaan yang tentu saja di dukung oleh pengetahuan yang ada.

3. Pengujian hipotesis: yaitu berbagai usaha pengumpulan fakta-fakta yang relevan dengan hipotesis yang telah di ajukan untuk dapat memperlihatkan apakah terdapat fakta-fakta yang mendukung hipotesis tersebut atau tidak.

4. Penarikan kesimpulan : Penarikan kesimpilan ini didasarkan atas penilaian melalui analisis dari fakta-fakta. Untuk melihat untuk apakah hipotesis yang di ajukan itu di terima atau tidak. Hipotesis itu dapat diterima apa bila fakta-fakta yang terkumpul itu mendukung pernyataan hipotesis. Bila fakta-fakta tidak mendukung maka hipotesis itu di tolak. Hipotesis yang diterima merupakan suatu pengetahuan yang kebenarannya telah diuji secara ilmiah dan merupkan bagian dari ilmu pengetahuan
F.    Keunggulan dan Keterbatasan Metode Ilmiah
Keunggulan metode ilmiah :
·     mencintai kebenaran obyektif, bersifat adil dan hidup bahagia
·     kebenaran tidak absolut karena kebenaran dicari secara terus menerus
·    dengan ilmu pengetahuan kita tidak dapat dengan mudah percaya pada takhayul, astrologi maupun untung-untungan karena terjadi proses yang teratur di alam
·     dengan ilmu pengetahuan kita memiliki rasa ingin tahu yang lebih banyak
·     dengan ilmu pengetahuan kita tidak mudah berprasangka tetapi dapat berpikir secara terbuka, obyektif, dan toleran
·    dengan metode ilmiah kita tidak mudah percaya tanpa bukti
·    dengan metode ilmiah kita jadi memiliki sikap optimis, teliti, berani membuat pernyataan yang benar menurut ilmiah
Keterbatasan metode ilmiah :
·      metode ilmiah bersifat tentatif yaitu sebelum ada kebenaran ilmu yang dapat menolak kesimpulan maka kesimpulan dianggap benar. tetapi kesimpulan ilmiah bisa berubah sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan
·     metode ilmiah tidak dapat membuat kesimpulan tentang baik buruk sistem nilai dan juga tidak dapat menjangkau tentang seni dan estetika
Sumber
http://yoanprisca.wordpress.com/2012/03/13/metode-ilmiah/


Nama : Ria Indah Ristianti
NPM : 17513549
Kelas : 1PA10

Mindtools

APLIKASI PSIKOLOGI KOGNITIF SAINS dalam TI  A.       Mindtools 1.          Definisi Mindtools Mindtools adalah alat bantu belajar ...